Ogan Ilir (Kemenag Sumsel) — Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir menggelar kegiatan bimbingan perkawinan bagi remaja usia sekolah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Ogan Ilir. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya kesiapan dalam membangun kehidupan berumah tangga di masa depan (5/4).
Acara yang berlangsung di Gedung Keterampilan MAN 1 Ogan Ilir tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantyor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir H. Wahiddin didampingi Kasubag Kemenag OI Periyanto, Kepala Bimas Kemenag OI H.Susanto, Kepala MAN 1 Ogan Ilir Hj. Rusmala Dewi serta diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias.
Dalam sambutannya, H. Wahiddin menyampaikan bahwa bimbingan ini sangat penting untuk membekali generasi muda agar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait pernikahan. “Remaja perlu memahami bahwa pernikahan bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tanggung jawab besar yang memerlukan kesiapan fisik, mental, dan finansial,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Penyuluh Agama Gita yang memberikan materi seputar perencanaan pernikahan, kesehatan reproduksi, serta pentingnya kematangan emosional dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Selain itu, para peserta juga diberikan edukasi mengenai dampak pernikahan dini serta pentingnya melanjutkan pendidikan sebagai bekal masa depan. Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang paling menarik, di mana siswa aktif bertanya mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja saat ini.
Kepala MAN 1 Ogan Ilir Rusmala Dewi menyambut baik kegiatan ini dan berharap bimbingan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kami berharap siswa mendapatkan wawasan yang lebih luas sehingga mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik,” ungkap salah satu guru.
Dengan adanya kegiatan bimbingan perkawinan ini, diharapkan para siswa MAN 1 Ogan Ilir memiliki pemahaman yang lebih matang tentang arti sebuah pernikahan, serta mampu mempersiapkan diri secara optimal demi mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah di masa yang akan datang. (RH)
