Ogan Ilir (Kemenag Sumsel) —
Sebagai langkah preventif dalam memutus rantai penyebaran penyakit menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir bersama Puskesmas Indralaya menggelar kegiatan skrining Tuberkulosis (TBC) di MAN 1 Ogan Ilir pada Senin (27/4/2026). Kegiatan deteksi dini ini menyasar seluruh warga madrasah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan yang mengikuti rangkaian pemeriksaan dengan antusias.
Skrining dilakukan melalui pemeriksaan awal berupa wawancara mendalam mengenai gejala klinis, seperti batuk berkepanjangan. Selain pemeriksaan fisik, petugas kesehatan memberikan edukasi intensif mengenai bahaya TBC dan cara pencegahannya.
Sub Koordinator P2PM, Zunita, menjelaskan bahwa madrasah merupakan lingkungan yang krusial untuk dilakukan pemantauan kesehatan mengingat tingginya intensitas interaksi antarindividu. “Melalui skrining ini, kami berharap dapat menemukan kasus lebih awal sehingga bisa segera ditangani dan tidak menular ke orang lain,” ujar Zunita.
Sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Tak hanya sekadar pemeriksaan, para siswa juga dibekali dengan pemahaman mengenai pentingnya menjaga daya tahan tubuh dan penerapan pola hidup bersih. Petugas kesehatan turut mempraktikkan etika batuk yang benar sebagai salah satu kunci utama mencegah penularan di ruang publik.
Kepala MAN 1 Ogan Ilir, Rusmala Dewi, menyambut positif inisiatif jemput bola yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Menurutnya, kesehatan warga madrasah adalah prioritas utama untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang efektif.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan dalam memberikan perhatian terhadap kesehatan siswa. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala guna menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman,” harap Rusmala.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif warga madrasah akan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini demi masa depan yang lebih sehat. (RH)
