Sejarah Singkat

  1. Sejarah Singkat MAN 1 Ogan Ilir

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ogan Ilir  berdiri pada tahun 1968. Sebelum resmi menggunakan nama MAN 1 Ogan Ilir , beberapa nama sempat dipergunakan. Diantaranya adalah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sakatiga, Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Sakatiga dan Madrasah Menengah Atas Negeri (MMAN) Sakatiga.  MAN Sakatiga baru resmi dipakai pada tahun 1979 dengan Kepala Madrasah saat itu masih dijabat oleh KH Kholil .

 Selanjutnya sejak tahun 2016 MAN Sakatiga berganti nama menjadi Madrasah Aliyah Negeri 1 Ogan Ilir (MAN 1 Ogan Ilir)  sesuai Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 676 Tahun 2016 tanggal 17 November 2016 perihal Perubahan Nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Provinsi Sumatera Selatan. Perubahan nama MAN Sakatiga menjadi  MAN 1 Ogan Ilir resmi digunakan pada 30 Agustus 2017 sesuai surat edaran Kepala Kantor Wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Nomor : B-1739/Kw.06.4/PP.00/08/2017 , perihal perubahan nama Madrasah Aliyah Negeri dengan Kepala Madrasah Muslim Arif, S.Pd., M.Si .

Sebelum menjadi MAAIN Sakatiga hingga MAN sakatiga, cikal bakal MAN Sakatiga adalah Pesantren Asy-Syakhsiyah Islmaiyah yang berdiri pada tahun 1922, oleh KH. Ishak Bahusin, seorang warga desa Sakatiga alumni dari Perguruan Islam Al-azhar, Kairo Mesir. Lembaga pendidikan ini ( Pesantren Asy-Syakhsiyah Islamiyah) , pada saat itu sistim pembelajarannya masih dalam bentuk halaqah, maktab atau kutab sebagaimana proses pembelajaran yang terjadi di Mesir saat itu.

Pada masa penjajahan jepang , Pesantren Syakhsiyah Islamiyah di ubah namanya menjadi Madrasah Ibtidaiyah Sakatiga (1942) dan sempat dibakar oleh tentara Jepang. Pada tahun 1950 Madrasah Ibtidaiyah Sakatiga yang hancur dibakar oleh tentara jepang ini, dibangun kembali oleh KH. Yahya Hamidin, salah seorang santri dari KH Ishak Bahusin. Upaya membangun kembali oleh KH. Yahya Hamidin ini dibantu oleh KH. Ahmad Qori dan KH. Ilyas Ishak, serta beberapa Kiyai Desa Sakatiga pada saat itu. Setelah selesai dibangun lalu diberi nama Sekolah Menengah Islam (SMI) Sakatiga dengan mudir (Pimpinan) adalah KH Ismail Hamidin hingga tahun  1954. Pada tahun 1954 ini juga mudir KH Ismail Hamidin digantikan posisinya oleh KH. Ahmad Qori.

Pada tahun 1963, Sekolah Menengah Islam (SMI) Sakatiga diubah namanya menjadi Madrasah Menengah Atas (MMA) Sakatiga, yang menaungi dua tingkatan pendidikan yaitu Tsanawiyah (Madrasah Tsanawiyah Agama Islam,MTsA Sakatiga)  dan Aliyah (Madrasah Menengah  Agama Islam, MMA Sakatiga) dengan kepala sekolah saat itu masih dijabat oleh KH. Ahmad Qori. Jumlah siswa saat itu, meliputi Tsanawiyah dan Aliyah mencapai 650 orang.

Pada tahun 1968, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 17, tahun 1968 tanggal 17 April 1968, Madrasah Menengah Atas (MMA) Sakatiga dinegerikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yang dahulu masih bernama Departemen Agama Republik Indonesia. Madrasah Menengah Atas (MMA) yang dinegerikan itu dibagi menjadi dua tingkatan, yaitu :

  1. Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri (MTsAIN) Sakatiga, yang sekarang adalah Madrasah Tsanawiyah  Negeri (MTsN) Sakatiga.
  2. Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Sakatiga, yang merupakan cikal bakal Madrasah Aliyah Negeri (MAN) sakatiga.

Penegerian Madrasah Menengah Atas (MMA) sakatiga menjadi Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Sakatiga ini diikuti oleh pengangkatan seluruh guru dan pegawai administrasi menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama Republik Indonesia  saat itu dengan satuan tugas adalah di Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Sakatiga, MMA Sakatiga yang baru saja dinegerikan. Sebagai  Kepala Sekolah yang pertama di Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Sakatiga pasca dinegerikan adalah Drs. Abdullah Yahya.

Nama Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Sakatiga, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama tahun 1979, hanya dipakai sampai tahun 1979. Pada tahun ini (1979), nama Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Sakatiga diubah menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sakatiga, berdasarkan keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Sumatera Selatan. Dengan demikian, sejak awal berdiri hingga dinegerikan oleh Departemen Agama/Kementerian Agama Republik Indonesia, terjadi beberapa kali perubahan nama MAN Sakatiga. Awalnya nama MAN Sakatiga adalah Sekolah Menengah Islam (SMI) Sakatiga, berubah menjadi Madrasah Menengah Atas (MMA) Sakatiga. Setelah dinegerikan berubah menjadi Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Sakatiga, dan pada tahun 1979, MAAIN Sakatiga berubah menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sakatiga dan pada tahun 2017 berubah menjadi MAN 1 Ogan Ilir.